Bupati Berikan Penghargaan Adiwiyata Ke 10 Sekolah di Konawe

UNAAHA - Sebanyak sepuluh sekolah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima penghargaan dari Bupati Kery Saiful Konggoasa sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan atau Adiwiyata.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Konawe kepada sepuluh Kepala Sekolah usai mengikuti apel bersama di pelataran Kantor Bupati Konawe, Senin (4/10/2021) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kery memberikan apresiasi kepada sekolah berprestasi tersebut. Menurutnya, hal ini mengindikasikan kepedulian dan kesadaran warga sekolah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup semakin meningkat. Sehingga diharapkan penghargaan ini menjadi motivasi bagi sekolah seluruh yang ada di Kabupaten Konawe untuk peduli dan berbudaya lingkungan.

"Program Adiwiyata ini, diharapkan mampu mendorong dan membentuk sekolah–sekolah yang menjadi pionir dalam pelestarian lingkungan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Dikatakannya, pembinaan sekolah Adiwiyata dilakukan untuk mendorong terciptanya kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup, dengan harapan agar dapat membangun manfaat positif dari pelaksanaan program tersebut kepada individu pelaku program dan institusi sebagai lembaga pengelolaan lingkungan.

"Untuk instansi terkait saya minta kalau bisa sekolah yang terima Adiwiyata jangan cuma diberi piagam. Sekali-kali beri dana pembinaan juga supaya bisa lebih bagus lagi," ujar Bupati dua periode itu.

Sementara itu, Kepala DLH Konawe Herianto Wahab, menjelaskan, dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata butuh dukungan semua stakeholder, utamanya kepala sekolah (kasek). Beberapa model aplikatif dalam kegiatan penilaian sekolah Adiwiyata, mesti menjadi atensi para kasek. Mulai dari bagaimana mengajarkan siswa agar tertib administrasi, hingga membiasakan buang sampah pada tempatnya.

"Sekolah dinilai berdasarkan kriteria yang sudah disiapkan. Program Adiwiyata berjalan tiap tahun. Respon yang kami inginkan itu adalah bagaimana sekolah-sekolah ini bisa peduli terhadap lingkungan hidup," terang mantan Kabag Humas Setda Konawe itu.

Herianto memaparkan, indikator penilaian sekolah Adiwiyata meliputi empat aspek, yakni, visi misi sekolah, kurikulum, sarana prasarana, serta kegiatan partisipatif. Keempat indikator itu, sambungnya, harus mencerminkan aspek kepedulian atau perhatian lebih terhadap lingkungan hidup. Semua aspek itu didokumentasikan sebagai laporan penilaian dari pemerintah.

"Harapannya, anak-anak tertanam jiwa peduli lingkungan. Kalau program ini jalan, 10-20 tahun kedepan kesadaran masyarakat itu akan kelihatan. Sekedar informasi juga, kita di Konawe sudah punya dua sekolah berprestasi Adiwiyata ditingkat nasional. Keduanya yaitu SMPN 1 Sampara dan MTS Wawotobi," tutupnya.

Penulis: Dedy/SH