Pemkab Konawe Raih Peringkat Pertama Se-Sultra Berdasarkan EKPPD Kemendagri

SULTRAHEDLINE.COM. UNAAHA - Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dibawah kepemimpinan Bupati Kery Saiful Konggoasa dan Wakilnya, Gusli Topan Sabara, berhasil meraih penilaian tertinggi dan mampu mengungguli 16 Kabupaten/Kota se-Sultra berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) tahun 2020 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2019.

Evaluasi EKPPD dilakukan terhadap 17 kabupaten/kota di Sultra, dimana Kabupaten Konawe berada diurutan pertama dengan raihan 3.7904, menyusul Konawe Utara diurutan kedua dengan skor 3.5599 dan Konawe Selatan diurutan tiga dengan skor 3.4869. Sementara untuk Kota Kendari berada di peringkat delapan dengan raihan skor 3.2312.

Adapun indikator penilaiannya adalah mengukur tingkat keberhasilan masing-masing Pemkab dalam penerapan prinsip otonomi daerah dan penyelenggaraan urusan pemerintahan semisal tentang makro ekonomi dan sektoral. Disamping itu ada enam urusan pemerintahan yang menjadi penilaian seperti pendidikan, kesehatan, PUPR, pertanian, pariwisata hingga urusan penanganan kemiskinan. Dari enam indikator tersebut, dirinci lagi seperti peningkatan pelayanan publik, kemandirian daerah dan daya saing daerah itu sendiri.

Menyikapi capaian prestasi tersebut, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja keras dan melaksanakan sikap disiplin dalam setiap aspek. dan berharap kedepannya seluruh masyarakat Konawe bisa bekerja lebih baik lagi.

“Ini patut kita syukuri. Dan inilah pembuktian bahwa kita sudah berada di trek yang benar, sehingga akan terus kita pertahankan. Kita juga berharap agar kinerja terus diperbaiki dalam melayani masyarakat. Dan raihan ini juga tentunya akan menjadi perhatian dari daerah lainnya, karena di Sultra kita urutan satu dan secara nasional kita di urutan 18, " ujar Bupati dua periode itu.

Mantan ketua DPRD Konawe itu juga mengakui, jika dalam mempersiapkan LPPD dirinya sampai turun tangan langsung menjadi pengarah, khususnya soal penganggaran di lingkup instansi. Hal ini dilakukannya, karena pola penganggarannya sangat ketat dan tidak lagi sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Saya apresiasi atas kinerja bawahan saya karena berhasil menyajikan LPPD dengan baik, dengan kondisi tata kelola keuangan dan pemerintah yang sangat dinamis akibat beberapa kondisi," tutupnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Dr. Ferdinand menambahkan, beradanya Konawe diurutan pertama, karena Konawe unggul dari kedua sisi makro ekonomi dan sektoral. Dimana sisi makro, pertumbuhan ekonomi Konawe meningkat drastis. Sedangkan disisi sektoral, daya unggul Konawe yaitu pertanian dan manufaktur (pabrik).

Hal ini juga, lanjutnya, didukung instrumen pembangunan Pemkab, yakni memaksimalkan APBD dan APBN, memaksimalkan investasi, dan memaksimalkan potensi lokal. Pelaksanaan ketiga instrumen tersebut, sehingga terjadi peningkatan belanja mulai dari swasta, daerah maupun masyarakat yang berdampak pada peningkatan ekonomi Konawe.

“Kondisi ini yang mendorong bagaimana terintegrasinya pemerintah daerah dengan semua sektor, dalam penyelenggaraan pemerintahan dan Konawe tumbuh dari kedua sisi ini sehingga unggul dari daerah lain,” tutup mantan kepala BPKAD itu.

Sumber Berita : sultraheadline.com

Sumber Foto : sultraheadline.com & telisik.id