Persoalan Tapal Batas, Wakil Bupati Minta Gubernur Bentuk Tim Penegasan Batas Daerah

UNAAHA - Hingga saat ini wilayah-wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah diserobot oleh daerah lain, masih menjadi permasalahan serius yang belum ada tanda- tanda penyelesaiannya.

Pasalnya daerah-daerah yang telah merebut wilayah Konawe sekitar 150 ribu hektar, tidak punya itikad baik untuk mengembalikan wilayah tersebut. Karena sampai saat ini belum ada koordinasi dari daerah lain dengan niat untuk mengembalikan tanah milik Konawe itu.

Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) seakan bungkam, seolah-olah tidak menganggap permasalahan itu sebagai sesuatu yang serius. Agar permasalahan ini tidak berlarut-larut, Pemprov dalam hal ini Gubernur Sultra, untuk tidak berpangku tangan dan tidak menyepelekan kasus penyerobotan wilayah.

Wakil Bupati (Wabup) Konawe, Gusli Topan Sabara, yang dikonfirmasi mengenai hal ini, secara tegas meminta kepada Bapak Ali Mazi selaku Gubernur untuk segera turun tangan menyelesaikan problem tersebut, dengan membentuk Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) untuk menyelesaikan persoalan tapal batas di Konawe.

"Penyerobotan wilayah Konawe tidak hanya dilakukan Konawe Utara (Konut) dan Kolaka Utara (Kolut), tetapi juga melibatkan Provinsi lain, yakni Sulawesi Tengah (Sulteng). Sehingga keterlibatan Gubernur sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan," jelas mantan Ketua DPRD Konawe, Rabu (23/6/2021) kemarin.

Ketegasan yang dilontarkan Wabup untuk Gubernur, dikarenakan saat ini tengah mediasi dari Kemendagri via Dirjen Adwil atas penegasan tapal batas daerah dan revisi tata ruang wilayah yang dilakukan setiap lima tahun.

"Karena jika Pemprov proaktif maka batas-batas wilayah bisa tuntas 2021 sekaligus menyelesaikan revisi tata ruang wilayah," terangnya.

Politisi PAN itu kembali menguraikan, wilayah Konawe yang telah diserobot Konut sekitar 69 ribu hektar yang berada dua tempat berbeda diantaranya, 1.831 hektar berada di perbatasan antara Kecamatan Kapoiala dan Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut) yang saat didiami oleh tiga desa yakni Banggina, Tobi Meita, dan Sama Subur. Dan wilayah lainnya yang diserobot Konut berada di Desa Lawali Kecamatan Routa, seluas 67.669 hektar.

"Sementara Wilayah Konawe yang diserobot Kolut berada di Desa Wiau Kecamatan Routa, seluas 5.692 hektar, dan untuk lahan yang diserobot Sulteng dalam hal ini Morowali seluas 70 ribu hektar," tutupnya.

Penulis: Dedy/SH